Cover buku dominan warna pink dengan gambar hati di ‘sobek-sobek’, jelas buku ini jadi buku yang gak biasa. Melihat covernya saya pikir saya akan diajak untuk beromantis ria atau bermerah jambu ala Islam sebagai lawan dari model pacaran zaman sekarang yang sudah kelewat bebas tanpa batas. Namun anggapan saya sudah salah sejak baca pengantarnya, yaitu isi email salah seorang wanita yang mengaku telah disantap kehormatannya gara-gara aktifitas pacaran. Wanita tersebut sekarang tobat dan menanyakan jika ada pria mengajaknya menikah, apakah wanita tersebut harus bilang kalau tidak perawan lagi?
Buku “Udah Putusin Aja!” ini mengupas tentang maksiat pacaran di dalam Islam dan bagaimana menghindarinya. Pacaran memang tak selamanya berujung pada zina, namun semua zina berawal dari pacaran!
Islam tidak pernah mengharamkan cinta. Islam mengarahkan cinta agar ia berjalan pada koridornya. Bila bicara cinta di antara lawan jenis, satu-satunya jalan adalah dengan pernikahan, yang dengannya cinta menjadi halal dan penuh keberkahan. Sebaliknya, Islam melarang keras segala jenis interaksi cinta yang tiada halal. Bukan karena apa pun, tapi karena Islam adalah agama yang memuliakan manusia dan mencegah kerusakan-kerusakan yang akan terjadi pada diri manusia itu sendiri.
Sialnya, kaum Muslim kini hidup dalam kungkungan masyarakat yang sebagian besar salah kaprah dalam cinta. Karenanya tidak dikenal lagi kesakralan pernikahan dan kesucian diri, apalagi kehormatan dan kemuliaan jiwa. Semua sudah terganti dengan pergaulan bebas, ada yang menyebutnya pacaran, teman tapi mesra, dibalut dalam alasan kakak-adik, teman dekat, ataupun yang lainnya.
UdahPutusinAja, sebab apa pun namanya, kelak akan bersaksi seluruh bagian tubuh di depan Allah. Karenanya, sedari dini mari mendidik cinta, mengajarinya agar ia bersemi dalam taat, bukan direndahkan oleh maksiat. Ajarkan cinta agar ia benar hingga membuat pemiliknya terhormat, bukan nista yang ditanggung karena terbuai cinta yang terlaknat.
Pasangan yang baik datang dari awal yang baik. Tidak akan pernah bertemu lelaki yang baik agamanya dan saleh dalam ibadahnya dengan jalan maksiat bernama pacaran.
