Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegaan dan Pengandalian Penyakit, Achmad Yurianto mengatakan bahwa penyebaran novel coronavirus (2019-nCoV) melalui barang kemungkinannya sangat rendah.
Ia menjelaskan bahwa virus tidak dapat menular melalui benda mati. Pasalnya untuk tetap bertahan hidup dia membutuhkan inangnya. Yuri pun menganalogikan virus layaknya tumbuhan benalu yang membutuhkan perantara.
“Virus itu analog, sama persis dengan benalu di pohon. Benalu ini tidak akan hidup di pohon yang mati, sehingga butuh sel hidup. Terkait dengan barang-barang tentu bukan sel hidup kan, sehingga akan mati. Karenanya sangat tidak memungkinkan jika menular melalui barang maupun pakaian, jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan terkait itu,” jelas Yuri.
justru yang harus diwaspadai adalah kebiasaan kita yang seringkali lupa untuk menjaga kebersihan diri sendiri seperti kebiasaan menyentuh muka dan mulut tanpa memerhatikan kebersihan tangan.
“Justru titik lemah yang kita perhatikan, ada kebiasaan-kebiasaan berdasarkan dalam satu menit rata-rata setiap orang menyentuh mata, hidung dan mulut itu paling tidak 2 kali tanpa kita sadari, kalau tangan ini tercemar maka sama saja kita memasukkan sesuatu ke tubuh kita,”
Dia menghimbau mari kita mengedepankan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya untuk mencegah tertular virus corona.
Kita harapkan masyarakat memahami betul bahwa perilaku hidup bersih dan sehat harus dilakukan. Menggunakan masker untuk mengindari percikan serta mencuci tangan pakai sabun atau antiseptik perlu dilakukan agar tetap sehat.
Achmad Yurianto mengumumkan bahwa penderita virus corona (COVID-19) di Indonesia mengalami peningkatan secara drastis. Dimana angka pasien penderita corona bertambah 35 orang dari sebelumnya 34, sehingga menjadi 69 orang.
Peningkatan angka penderita corona di Indonesia ini tentu membuat masyarakat merasa khawatir dan juga resah.
khawatir akan merebaknya penularan virus corona memang hal yang wajar. Namun, kamu bisa melakukan berbagai langkah preventif untuk mencegah penularan virus ini, salah satunya dengan meningkatkan sistem imun. Sistem imun atau kekebalan tubuh sendiri merupakan sel-sel yang bertanggung jawab dalam melindungi tubuh dari berbagai bakteri dan virus dari luar. Karena itulah, penting bagi kita untuk meningkatkan sistem imun untuk mencegah risiko penularan virus corona.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan atau menambah sistem imun tubuh?
1. Istirahat yang cukup
Salah satu cara sederhana yang bisa meningkatkan sistem imun adalah dengan istirahat yang cukup. Menurut sebuah penelitian, kurang istirahat atau waktu tidur bisa membuat kamu rentan terserang penyakit. Hal ini disebabkan karena tubuh menghasilkan sedikit antibodi pada saat kurang beristirahat.
Selain itu, kekurangan waktu tidur juga bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami stress hingga insomnia. Karena itulah, kita disarankan untuk mencukupi kebutuhan waktu tidur sesuai usia, dimana waktu istirahat yang ideal untuk orang dewasa berkisar 7-8 jam per harinya.
2. Rutin mengonsumsi air putih
Mengonsumsi air putih secara rutin juga bisa meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Hal ini disebabkan karena air membawa oksigen ke sel-sel tubuh, sehingga sistem organ di dalam tubuh menjadi lancar. Selain itu, air juga bisa membersihkan racun-racun berbahaya di dalam tubuh. Karena itulah, kita disarankan untuk mengosumsi minimal delapan gelas air putih per hari.
3. Makan teratur dan tepat waktu
Saat mengonsumsi makanan, pastikan makanan tersebut mengandung antioksidan, vitamin A, C, E, dan nutrisi lainnya yang bisa menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, perhatikan juga pola makan Anda dan usahakan untuk makan secara teratur meski kamu memiliki kegiatan yang sangat padat.
4. Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah
Selain makan secara teratur dan tepat waktu, kamu juga disarankan untuk memperbanyak mengonsumsi sayur dan buah untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh.
Hal ini dikarenakan, kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalam sayur dan buah bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Bahkan menurut sebuah penelitian, orang yang banyak mengonsumsi buah dan sayur cenderung tidak mudah terserang penyakit. Untuk itu, usahakan konsumsi sayur saat makan siang dan malam, dan konsumsi buah saat sarapan dan sebagai snack.
5. Hindari stress
Menjaga diri agar tidak stress berlebihan merupakan kunci utama dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh. Pasalnya, stress yang tidak terkendali bisa meningkatkan produksi hormon kortisol dan dalam jangka waktu yang panjang peningkatan hormon kortisol ini bisa menurunkan fungsi kekebalan tubuh.
Meluangkan waktu untuk bersantai dan melepas lelah,seperti berendam di air panas, meditasi, hingga menonton film bisa menjadi pilihan alternatif untuk terhindar dari rasa stress yang berlebihan.
6. Rutin mengonsumsi vitamin C
itamin C atau asam askorbat telah lama dikenal sebagai nutrisi yang sangat bermanfaat bagi sistem imun tubuh.
Vitamin C sendiri bisa menstimulasi sistem imun untuk melawan sel-sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, menurut sebuah penelitian, suplemen vitamin C juga bisa meningkatkan jumlah antibodi yang diproduksi oleh tubuh.
Untuk meningkatkan sistem imun kita disarankan untuk rutin mengonsumsi vitamin C. Vitamin C itu bisa Anda dapatkan dari berbagai buah-buahan seperti jeruk, stroberi, jambu biji, hingga pepaya.
7. Rutin berolahraga
Tak hanya bisa membuat tubuh merasa lebih bugar, olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur juga bisa melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.
Oleh karena itu, perbanyaklah berolahraga untuk melancarkan sistem peredaran darah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dalam memilih jenis olahraga, kamu bisa melakukan jenis olahraga yang mudah dan tak terlalu berat; seperti berjalan kaki, lari, hingga lompat tali selama 30 menit.
Tidak perlu terjadi kepanikan ya untuk membeli hand sanitizer sampai memborong dan segala macam, masyarakat bisa membuat hand sanitizer untuk penggunaan sendiri, tapi tidak untuk diperjual belikan, karena tidak bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Daun sirih menjadi salah satu bahan yang sering digunakan sebagai antiseptik.kalau ada di rumah, kita bisa gunakan rebusan daun sirih, kemudian karena daun sirih ini mudah teroksidasi, jadi warnanya biasanya berubah menjadi cokelat. Nah ini bisa diatasi dengan menambahkan jeruk nipis, nanti dia bisa mencegah oksidasi.
Berikut bahan dan langkah pembuatannya:
daun sirih 50 gram
air 200 ml
jeruk nipis
Cara membuat:
Ambil 50 gram daun sirih dari halaman, kemudian cuci bersih dan diangin-anginkan supaya kering
Dipotong-potong kecil
Panaskan air 200 ml
Tuangkan air panas ke daun sirih yang sudah dipotong-potong
Rendam kemudian steam dalam panci dengan api kecil selama 30 menit
setelah itu disaring hingga dapat ekstra air
tambah kan jeruk nipis
aduk dan tambah kan air
Agar hasilnya tidak berwarna, pada saat penyaringan ditunggu sampai dingin dulu daun sirihnya, kemudian jeruk nipisnya kita masukkan dulu dalam wadah penyaringan, baru daun sirinya disaring di situ. Jadi warnanya akan bening.
Baunya pasti memang daun sirih, tapi ini efektif. Jadi kadar daun sirih yang 15 persen ke atas itu sama efektifnya dengan etanol, kemampuan mengurangi jumlah bakteri.
semoga bermanfaat tetap jaga kesehatan , jangan lupa cuci tangan , dan pakai Hand Sanitizer.
Social distance atau menjaga jarak saat bersosialisasi menjadi cara yang dianggap penting .selain cuci tangan untuk mencegah Covid-19 akibat virus corona.
apa sebenarnya social distance? yaitu praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit.
“Social distance seringkali sulit dilakukan. Karena kebanyakan dari manusia adalah makhluk sosial,”.
Dalam hubungannya dengan virus corona, social distance ini bertujuan untuk menghambat wabah untuk mengurangi kemungkinan infeksi di antara populasi berisiko tinggi. Para ahli menggambarkan ini sebagai “perataan kurva,” yang umumnya merujuk pada keberhasilan potensial dari langkah-langkah jarak sosial untuk mencegah lonjakan penyakit yang dapat membanjiri sistem perawatan kesehatan.
“Tujuan dari jarak sosial adalah untuk menurunkan laju dan tingkat penyebaran COVID-19 di kota atau komunitas mana pun,” tulis Tom Inglesby, direktur pusat John Hopkins Center for Health Security dikutip dari laman John Hopkins University.
“Jika itu bisa terjadi, maka akan ada lebih sedikit orang dengan penyakit, dan lebih sedikit orang yang membutuhkan rawat inap dan ventilator pada satu waktu.”
social distance
CDC mendefinisikan social distance saat Covid-19 adalah mengurangi pertemuan massal, tak berada di area ramai, dan menjaga jarak sekitar 2 meter dari orang lain, terutama dari mereka yang menunjukkan tanda-tanda sakit.
Mengapa social distance dianggap bisa mengurangi efek penyebaran virus corona?
Sebuah studi dari PNAS 2007 menemukan bahwa kota-kota yang mengerahkan banyak intervensi pada fase awal pandemi – seperti menutup sekolah dan melarang pertemuan publik memiliki tingkat kematian yang secara signifikan lebih rendah.
Ahli epidemiologi UC San Francisco Jeff Martin mengungkapkan bahwa Banyak faktor yang berkontribusi terhadap apa yang disebut jumlah reproduksi virus corona baru, yang menggambarkan secara kasar berapa banyak orang yang akan terinfeksi. Saat ini, perkiraan jumlah reproduksi dari corona virus baru berkisar antara 1,4 hingga 6,5, dengan rata-rata 3,3.
“Semakin tinggi angka reproduksi, semakin cepat akan menyebar,” kata Martin mengutip University of California San Francisco.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah reproduksi termasuk seberapa menular virus itu, seberapa rentan orang terhadap infeksi, jumlah kontak di antara orang-orang, dan lamanya kontak tersebut terjadi.
Social distancing ini diharapkan bisa menjauhkan si sakit atau masih carrier untuk menulari orang sehat.
ketika berada dalam satu komunitas yang sama, virus corona yang bisa menular antarmanusia dan juga lewat droplet ini akan menular secara simultan pada orang lain. Semakin banyak orang dalam satu kerumunan yang sama dengan orang yang sakit maka orang sehat bisa menjadi sakit. Hal ini akan menimbulkan ‘ledakan penyakit yang menular.’ Dari satu orang bisa menyebar sampai ke ratusan bahkan ribuan orang sekaligus.
Intinya, ketika ada social distancing yang terbentuk, manusia berinteraksi lebih sedikit dengan orang lainnya, maka virus corona punya kesempatan yang lebih kecil untuk menyebar dan menghambat infeksi virus corona.